Universitas Bina Sarana Informatika

Cerita Berdirinya BSI - Indonesia memerdekakan diri sejak 67 tahun yang lalu. Setelah pengumuman proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia oleh Ir. Soekarno yaitu pada tanggal 17 agustus 1945, rakyat Indonesia bertekad untuk memberantas kebodohan dan keterbelakangan bangsanya. Pembinaan yg cepat dan terarah akan diharapkan akan mengantar masyarakat Indonesia menuju kemandirian sebagai bangsa yang merdeka secara utuh. Hal inilah yang mendorong berdirinya yayasan Bina Sarana Informatika oleh Alm. Bapak Mayjen (Purn) H.R. Harsoyo yaitu pada tanggal 3 Maret 1988.

Keyakinan yang menyertai berdirinya Yayasan Bina Sarana Informatika ini adalah bahwa untuk mengisi kemerdekaan merupakan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia itu sendiri. Dengan dasar semangat inilah BSI didirikan. Diharapkan dengan adanya lembaga pendidikan yang terjangkau biayanya oleh kalangan menengah ke bawah akan memperluas pengetahuan masyarakat Indonesia.

Logo BSI yang merupakan perpaduan warna biru dan merah, tampak sederhana. Bukan tanpa alasan logo BSI sederhana seperti itu. Karena merasa mendapat panggilan tugas, maka tujuan didirikan BSI adalah untuk ikut serta dalam mencerdaskan, mendidik kehidupan bangsa. Dengan menyediakan lapangan pendidikan murah, juga menyediakan lapangan pekerjaan yang baru bagi masyrakat luas. Dan mengembangkan pendidikan komputer baik secara formal, maupun non formal.

Awal mula sejarah Bina Sarana Informatika adalah pada tahun 1988. Pada tanggal 3 Maret didirikanlah Lembaga Pendidikan Komputer Bina Sarana Informatika(LPKBSI) di Depok. Lembaga ini bertujuan untuk mendidik tenaga-tenaga,terampil atau propesional di bidang komputer untuk memenuhi kebutuhan SDM dalam pembanguna nasional. Hingga saat ini, Akademi Bina Sarana Informatika telah melahirkan ribuan lulusan yang berkualitas. Alumni-alumni ini tersebar di berbagai sektor pekerjaan di seluruh Indonesia.

 

Seiring perjalanan waktu BSI kini berubah menjadu Universitas di tahun 2018. Perubahan Akademi Bina Sarana Informatika (BSI) menjadi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) telah diresmikan. Penyerahan Surat Keputusan Perubahan Akademi BSI menjadi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) ini berlangsung di BSI Convention Center, Jalan  Raya Kaliabang nomor  8, Perwira, Bekasi Utara, Bekasi, Jawa Barat, Ahad (16/9).

Surat Keputusan tersebut diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Prof  Ainun Na’im PhD, MBA, kepada Pengurus Yayasan Bina Sarana Informatika, Efriadi Salim yang didampingi Direktur BSI Naba Aji Notoseputro. Kegiatan ini dilakukan bersamaan dengan rangkaian kegiatan seminar motivasi BSI dan disaksikan langsung oleh 9 ribu mahasiswa baru BSI tahun ajaran 2018/2019.

 

Penyerahan Surat Keputusan tersebut dihadiri pula oleh Direktur Jenderal Pembelajaran dan  Kemahasiswaan, Prof  Intan Ahmad PhD; Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III DKI Jakarta, Dr  Ir  Ilah Sailah MS; Sekretaris Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III DKI Jakarta, Dr  M Samsuri SPd, MT; serta   wakil direktur BSI, ketua Program Studi di BSI, beserta jajaran pimpinan BSI lainnya.

 

Direktur BSI, Naba Aji Notoseputro  mengatakan,  perubahaan dari Akademi BSI menjadi UBSI tersebut prosesnya sudah cukup lama dilaksanakan. “Perubahan dilakukan sebagai salah satu kesiapan BSI untuk menghadapi era disruptif,” kata Naba Aji dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Senin (17/9).

 

Ia menambahkan, sudah 30 tahun lamanya BSI  eksis di  dunia pendidikan tinggi. Tentunya perkembangan tersebut membuat BSI menjadi salah satu perguruan tinggi terbesar. BSI memiliki enam  akademi, 25 lima kampus se-Indonesia dan kurang lebih 20 ribu mahasiswa aktif. “Pihak Yayasan Bina Sarana Informatika berinisiatif untuk menyatukan 21 kampus yang dimiliki oleh BSI menjadi satu universitas besar,” tuturnya.

 

Menurut Naba, perubahan menjadi universitas tersebut juga sebagai salah satu langkah BSI menjadi perguruan tinggi terbesar dengan akreditasi baik. Selain itu juga sebagai upaya BSI dalam meningkatkan kualitas sistem pendidikan serta kompetensi lulusannya. Mahasiswa yang berada di daerah maupun di ibukota akan merasakan hak yang sama, baik dari sistem pembelajaran, pengembangan kompetensi, hingga kesempatan berkarir yang akan dimiliki oleh lulusan UBSI.

 

“Perubahan menjadi universitas ini, akan memberikan manfaat kepada seluruh civitas BSI, baik mahasiswa, dosen maupun lulusannya. Seperti, mahasiswa diploma tiga akan lebih mudah untuk melanjutkan pendidikannya pada tingkat Strata Satu. Karena ke depannya Universitas BSI akan memiliki 4 fakultas, yakni Fakultas Tenik, Fakultas Teknologi Informasi, Fakultas Komunikasi dan Bahasa serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis,” kata Naba.

 

Dari empat  fakultas tersebut,  Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) memiliki 19 (sembilan belas) program studi, yakni Teknik Elektro, Teknik Industri, Sastra Inggris, Komputerisasi Akuntansi, Manajemen Informatika, Sekretari, Manajemen Administrasi, Bahasa Inggris, dan Periklanan.

Selain itu, Prodi  Hubungan Masyarakat, Penyiaran, Manajemen Perpajakan, Akuntansi, Sistem Informasi, Teknik Informatika, Manajemen, Ilmu atau Sains Komunikasi, Teknologi Informasi, dan Rekayasa Perangkat Lunak.